
Politik? Membaca
satu kata ini saja sudah membuat pikiran kita kemana-mana, atau mungkin sama
sekali tidak ada di benak remaja sekarang ini. Jika ada yang menanyakan soal politik, jawabannya pasti langsung menuju
kepada hal yang negatif seperti kekuasaan di partai dan pemerintah sampai
korupsi.
Jujur saja pasti
kita lebih memilih memikirkan tentang penampilan, trend, sampai tempat atau wisata yang akan dikunjungi. Namun tanpa
kita sadari hal ini tidak sepenuhnya benar karena banyak isu-isu politik yang
menjadi ketertarikan sendiri bagi remaja.
Kali ini kita akan
membuktikan bahwa remaja bisa menjadikan politik sebagai sesuatu hal yang
positif!
Economy!
Siapa sih yang
gatau permasalahan yang sedang dialami negara kita? Semua orang saat ini sibuk
memikirkan sekaligus membicarakan perekonomian Indonesia. Dan salah satu isu politik
yang cukup dipahami remaja ialah permasalahan seperti ini.
Negara kita memiliki
angka pengangguran tinggi. Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik mengemukakan
bahwa pengangguran di Indonesia pada tahun 2015 adalah 6,2% dari 127,8 juta
tenaga kerja, yaitu sekitar 7.923.600 orang!
Angka pengangguran
cukup tinggi dihadapi oleh tenaga kerja muda usia 15-24 tahun dari angka
rata-rata pengangguran secara nasional. Di usia tersebut banyak sekali yang
ingin mendapatkan pekerjaan, dari yang
baru lulus SMP, SMA, perguruan tinggi,
yang berhenti sekolah sampai yang tidak melanjutkan kuliah.
Sama hal nya dengan kita, para remaja. Kita mulai berpikir untuk mencari pekerjaan.
Nyatanya, mencari
pekerjaan di usia muda tanpa skill yang
matang itu tidaklah mudah. Ambil saja contoh remaja SMP yang baru lulus. Pikiran
untuk bisa sukses dan mempunyai penghasilan sendiri sudah menghantui mereka.
Kalau saja dari
guru-guru di sekolah atau orang tua yang mendidik mereka bisa mengajari mengenai
politik secara mendalam, pastinya mereka akan mengerti apa yang sebenarnya
harus mereka lakukan di usia mereka sekarang ini.
Everyone needs experience!
Di era serba
digital, tidak dapat dipungkiri, anak mudalah yang mengambil peran paling
banyak. Mulai dari pengguna media sosial sampai pengkritik kinerja pemerintah..
Dari sinilah kita
mulai. Tidak perlu sampai harus berhenti sekolah agar bisa sukses dan mempunyai
penghasilan sendiri. Pemikiran yang terus diasah untuk menghasilkan kreativitas
bisa membuktikan kepada pemerintah bahwa remaja layak untuk memimpin dan
mengubah pemikiran negatif tentang politik menjadi sesuatu yang positif.
Being a leader in your own life!
Diawali niat untuk
mewujudkan kebaikan bersama, kita bisa mengurangi angka pengganguran di
Indonesia.
Tetapi balik lagi
kepada permasalahan perekonomian, dikalangan remaja yang tidak terlalu peduli
tentang isu politik malah sibuk fokus kepada keinginan seperti fitness, makeup, travel and social media.
Justru hal seperti
ini layak untuk dikembangkan. Jika terus diasah, remaja akan sadar bahwa hal
ini dapat menjadi peluang yang nantinya didukung oleh pemerintah.
No comments:
Post a Comment