Monday, October 24, 2016

Fashion Photography


Flashback ke 10 atau 20 tahun yang lalu, photography kian menjadi trend khususnya di fashion industry. Berkat teknologi yang berkembang pesat, fotografer bisa memiliki foto yang diinginkan.
Namun ternyata siapa sangka berawal dari tahun 1980-an, para fotografer telah melakoni fashion photography.

Setiap zaman pun, fashion photography memiliki ciri khas nya tersendiri.



Pada tahun 1980, fashion photography menekankan kepada kecantikan yang tertuju kepada hal yang glamour serta aksesoris untuk komersial. Hasil foto yang sangat memuaskan dan juga model yang dipilih menimbulkan pengaruh yang begitu besar di industri fashion pada saat itu. Hal ini pun dijadikan investasi karena merupakan kesempatan yang tidak bisa di buang oleh industri media cetak, seperti majalah.

Tahun 1990, gaya sehari-hari atau bisa kita katakan natural menjadi trend di tahun itu, namun tetap tidak menghilangkan sense of glamour didalam foto.



Patrick Demarchelier adalah seorang fotografer Perancis yang telah bekerja di New York sejak tahun 1970-an. Dia dikenal karena pencampuran warna hitam dan putih pada hasil foto-fotonya.
Dia bekerja dengan Harper’s Bazaar di akhir 1980-an, Louis Vuitton dan juga Ralph Lauren.





Mario Testino adalah selebriti dan fashion fotografer yang sangat terkenal. Ia terkenal karena pernah bekerja untuk Vogue pada sekitar tahun 1990. Sampai sekarang Ia dikenal oleh banyak orang karena memiliki ciri khas foto yang bersih dan konsisten di setiap hasil fotonya.












Erica Lennard adalah seorang fotografer kelahiran New York, 1950. Ia telah menerbitkan 14 buku dan telah bekerja dengan Perry Ellis, Vogue, Elle, Marie Claire dan Rolling Stone.
Ia sangat dikenal dengan karya nya untuk Perry Ellis di tahun 1980.

Berawal dari penyuka cahaya yang natural, yaitu cahaya matahari itu sendiri, hampir semua hasil fotonya dilakukan di luar studio. Dengan mengandalkan cahaya yang natural dan alami, disitulah tercampur seni dan fotografi.

Informasi yang perlu kita semua ketahui!

Erica Lennard mengatakan bahwa sungguh berbeda bekerja untuk indsutri majalah Eropa dan industri majalah Amerika.

Di Eropa, industri majalah memberikan kebebasan untuk para fotografer memilih model, lokasi, dll. Sedangkan untuk editor, mereka yang memilih busana dan tema nya.
Namun berbeda di Amerika. Di Amerika, editor memilih tema dan model dari trend yang sedang terjadi pada saat itu.

 

Di awal tahun 2000, Steven Meisel dan Steven Klein sangat dikenal di industi media cetak. Keduanya bekerja dengan banyak selebriti hollywood. Cara penyampaian foto mereka juga terbilang unik, seperti ada pesan naratif yang disampaikan jika kita melihat hasil foto mereka.

Meisel bekerja untuk Vogue Italia sudah lebih dari 20 tahun. Dan selama 20 tahun itu sampul dari Vogue Italia merupakan hasil jepretan Meisel!



Klein sendiri karena bekerja sama dengan begitu banyak selebriti hollywood, Ia memiliki hubungan yang cukup akrab dengan Madonna. Ia membuat kesuksesan untuk Dolce & Gabbana. Ia sudah bekerja dengan Madonna dari tahun 2004. Ia juga yang membuat video klip “Alejandro” – Lady Gaga di tahun 2010. Hasil foto Klein membuktikan bahwa Ia adalah fotografer yang handal karena miliki gaya yang unik dan kuat disetiap fotonya.





Teenage and Politics

Hasil gambar untuk partai politik presiden
Politik? Membaca satu kata ini saja sudah membuat pikiran kita kemana-mana, atau mungkin sama sekali tidak ada di benak remaja sekarang ini. Jika ada yang menanyakan  soal politik, jawabannya pasti langsung menuju kepada hal yang negatif seperti kekuasaan di partai dan pemerintah sampai korupsi.

Hasil gambar untuk teenage pinterestJujur saja pasti kita lebih memilih memikirkan tentang penampilan, trend, sampai tempat atau wisata yang akan dikunjungi. Namun tanpa kita sadari hal ini tidak sepenuhnya benar karena banyak isu-isu politik yang menjadi ketertarikan sendiri bagi remaja.

Kali ini kita akan membuktikan bahwa remaja bisa menjadikan politik sebagai sesuatu hal yang positif!




Economy!

Siapa sih yang gatau permasalahan yang sedang dialami negara kita? Semua orang saat ini sibuk memikirkan sekaligus membicarakan perekonomian Indonesia. Dan salah satu isu politik yang cukup dipahami remaja ialah permasalahan seperti ini.

Negara kita memiliki angka pengangguran tinggi. Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik mengemukakan bahwa pengangguran di Indonesia pada tahun 2015 adalah 6,2% dari 127,8 juta tenaga kerja, yaitu sekitar 7.923.600 orang!

Angka pengangguran cukup tinggi dihadapi oleh tenaga kerja muda usia 15-24 tahun dari angka rata-rata pengangguran secara nasional. Di usia tersebut banyak sekali yang ingin mendapatkan pekerjaan,  dari yang baru lulus SMP, SMA, perguruan tinggi,  yang berhenti sekolah sampai yang tidak melanjutkan kuliah.

Sama hal nya dengan kita, para remaja. Kita mulai berpikir untuk mencari pekerjaan.
Nyatanya, mencari pekerjaan di usia muda tanpa skill yang matang itu tidaklah mudah. Ambil saja contoh remaja SMP yang baru lulus. Pikiran untuk bisa sukses dan mempunyai penghasilan sendiri sudah menghantui mereka.


Kalau saja dari guru-guru di sekolah atau orang tua yang mendidik mereka bisa mengajari mengenai politik secara mendalam, pastinya mereka akan mengerti apa yang sebenarnya harus mereka lakukan di usia mereka sekarang ini.


Everyone needs experience!

Di era serba digital, tidak dapat dipungkiri, anak mudalah yang mengambil peran paling banyak. Mulai dari pengguna media sosial sampai pengkritik kinerja pemerintah..

Hasil gambar untuk creative people pinterestDari sinilah kita mulai. Tidak perlu sampai harus berhenti sekolah agar bisa sukses dan mempunyai penghasilan sendiri. Pemikiran yang terus diasah untuk menghasilkan kreativitas bisa membuktikan kepada pemerintah bahwa remaja layak untuk memimpin dan mengubah pemikiran negatif tentang politik menjadi sesuatu yang positif.



Being a leader in your own life!

Hasil gambar untuk keenan pearce makna creativeDiawali niat untuk mewujudkan kebaikan bersama, kita bisa mengurangi angka pengganguran di Indonesia.
Tetapi balik lagi kepada permasalahan perekonomian, dikalangan remaja yang tidak terlalu peduli tentang isu politik malah sibuk fokus kepada keinginan seperti fitness, makeup, travel and social media.

Justru hal seperti ini layak untuk dikembangkan. Jika terus diasah, remaja akan sadar bahwa hal ini dapat menjadi peluang yang nantinya didukung oleh pemerintah.


Monday, October 17, 2016

Rasa itu.

#shareyourworries




Khawatir? Gelisah? Cemas? Inilah yang sering dialami oleh anak muda 
dari zaman kakek-nenek moyang hingga sekarang.





7 dari 10 anak muda jika sedang mengalami hal seperti ini bisa berdampak negatif terhadap dirinya maupun terhadap orang di sekitarnya, karena mereka masih susah atau belum ahli dalam mengontrol emosi mereka sendiri.


Ada kalanya kita semua menyalahkan diri sendiri atau berpikir ini takdir?




Pernahkah terlintas pemikiran seperti demikian?


Rasa dimana orang-orang terdekat menjauh, 

orang-orang yang jauh tetap disana.
Tidak ada yang mengerti.
Seberapa keras niat dan usaha mereka untuk menghibur, tetap saja hal tersebut hanya bersifat sementara.

Semua keputusan ada dalam diri masing-masing. 

Hasil akan nihil jika meminta orang terdekat untuk membantu menghilangkan rasa itu tetapi diri sama sekali tidak mendorong atau membuang keluar rasa itu dalam hati.