Kecanduan HP, gabisa lepas dari gadget, kecanduan
main HP, gabisa hidup kalau gaada HP
Rata-rata semua orang
akan berpikir seperti itu.
Pada jaman sekarang ini
tidak bisa dipungkiri kalau anak-anak sampai orang dewasa sudah memiliki gawai
mereka sendiri.
Apasih gawai itu? Bagi kalian mungkin asing mendengar
kata gawai.
Gadget? Ya, gawai adalah bahasa indonesia dari
gadget.
Kenapa sih pengguna gawai seakan-akan ketagihan
dan kecanduan terhadap gawai mereka?
Jika orang-orang
menanyakan hal ini kepada saya, saya pun sulit untuk menjawab. Karena jujur
saja, saya adalah salah satu orang yang bisa dikatakan korban dari “Generasi
Merunduk”.
Hal ini merupakan hasil yang negatif dengan adanya gawai dan internet. Dengan mudah, anak-anak bisa langsung mengakses internet tanpa menunggu waktu yang lama. Anak-anak jadi malas belajar karena setelah pulang sekolah langsung terpaku dan bermain gawai. Mereka sampai terkadang lupa waktu, menonton dan bermain sampai larut malam. Hasilnya pun tidak positif, melainkan nilai ujian menurun. Namun di satu sisi, dengan adanya internet, akses untuk mencari tahu informasi dan menambah ilmu pengetahuan sangatlah mudah untuk didapat.
Saking fokusnya terhadap gawai, banyak sekali kegiatan yang seharusnya kita selesaikan hari ini jadi terbengkalai. Sampai jika diajak bicara pun, kita tidak menjawab.
Setuju kan?
Pada kesempatan kali ini,
saya diberi kesempatan untuk mewawancarai seseorang mengenai pendapatnya tentang “Generasi Merunduk”.
Utarini Candrakirana atau
kerap dipanggil Tari menganggap bahwa internet dan gawai tidak sepenuhnya buruk
untuknya.
“Bagi gua sendiri,
seorang mahasiswa aktif di London School of Public Relations Jakarta, internet
dan smartphone adalah sesuatu yang sangat penting. Apalagi jurusan gua ilmu
komunikasi. Sudah pasti internet dan smartphone adalah dua sejoli yang selalu
gua butuhkan. Gua sendiri, punya jasa bikin kartu undangan. Gua pun nge-promote
itu ke instagram. Hasilnya fantastis, karena banyak orang yang melihat dan
tertarik, mereka langsung menghubungi. Instagram sangat berguna untuk gua
sekarang ini, karena hampi semua orang memiliki instagram dan yang enaknya lagi
promote di instagram itu gratis!”
Menurut kamu pribadi pernahkah kamu merasa
terganggu oleh orang-orang sekitar yang terus-menerus melihat gawai mereka?
“Wah kebetulan banget.
Gua sering pergi dan pulang kuliah naik kereta. Kita tau sendiri kalau pergi
naik kereta jam 7 pagi bagaimana rasanya. Dempet-dempetan, duh pokoknya sesek
banget deh! And you know what, pada saat semua orang berdesak-desakkan berdiri
di kereta, ada saja yah ibu-ibu yang main game atau nonton. Sebeneranya bisa
kali ditahan dulu main sama nontonnya. Bukan itu saja yang buat gua gemes dan
kesel, kadang mereka seenaknya aja taro hp di pundak orang yang berada di depan
mereka. Duh, kan ga sopan!”
Inilah sebenernya yang
sangat disayangkan, jangan sampai kita merugikan orang lain karena terlalu
fokus akan gawai kita. Jika saja kita bisa ingat waktu dan tempat, hal ini
tentu tidak akan merugikan orang lain.
Gunakanlah gawai mu
sebaik mungkin. Jangan sampai kita terjerumus kepada hal yang bisa merugikan
diri sendiri. Gunakanlah gawai sebagai alat yang memotivasi kita!
